Gelak tawa dari rekan kerja sekantor memecah keheningan di saat ujian perkuliahan berlangsung, kami tidak sedang mengobrolkan hal serius sebenarnya, namun semua berubah ketika mendapat surat edaran dari KOPERTIS VII mengenai penjelasan tentang linieritas ilmu, ya, linier merupakan kata yang sering menjadi bahan perbincangan di kantor akhir-akhir ini, lewat surat edaran yang bernomor 2369/K7/PT/2014 ada dua poin yang menurut saya bisa menjadi pencerahan tentang apa itu linieritas di tingkat Pendidikan Tinggi, pertama; "Yang dimaksud dengan linieritas yaitu kesesuaian latar belakang ilmu yang diperoleh dosen pada program Magister atau Doktor dengan ilmu yang akan diajarkan untuk mencapai kompetensi atau capaian pembelajaran lulusannya pada program studi tempat dosen tersebut mengajar", kedua; "Linieritas bukan diartikan sebagai latar belakang ilmu dosen, pada program S1 harus sama dengan S2 atau S3".
Kata linier identik dengan ilmu matematika yang artinya terletak pada suatu garis lurus, jika di analogikan dengan konsep linier di Pendidikan Tinggi arti kata linier memang tidak sekaku itu jika didasarkan pada surat edaran tersebut, linier idealnya menjadi sebuah kata sakti sekaligus bermanfaat untuk pengembangan karir dosen dan pengembangan pendidikan tinggi, surat edaran tersebut memberi sebuah penegasan bahwa anda boleh tidak linier asalkan kaidah keilmuan yang anda peroleh memiliki kesesuian dengan ilmu yang akan diajarkan pada mahasiswa anda, asalkan ketidak linieran itu masih dalam satu rumpun, dan kata rumpun inilah yang akan menemani kata linier dalam lingkup Pendidikan Tinggi, sekedar informasi apakah latar belakang pendidikan anda masih dalam satu rumpun bisa di cek di http://www.kopertis12.or.id/rumpun ini untuk memastikan bidang ilmu anda nantinya akan bermanfaat dalam pengajaran, sebagai seorang akademisi tidaklah bijak jika kita merasa kecewa dengan latar belakang ilmu yang telah kita tempuh karena sejatinya tak ada yang dirugikan oleh ilmu, merujuk poin kedua dari surat edaran tersebut bahwa linieritas bukan diartikan sebagai latar belakang ilmu dosen, memberikan sebuah pengertian bahwa tidaklah bijaksana mengekang suatu ilmu di dalam sebuah peraturan atau undang-undang. Semoga tulisan singkat ini bisa menjadikan kita lebih bersahabat dengan kata linier dan rumpun.
0 komentar for "Linier dan Rumpun, dua Kata yang Jadi Perdebatan"
Posting Komentar