Kita akan menjadi seorang guru yang hebat jika kita tahu sejarah profesi kita, sepertinya ungkapan bung Karno presiden pertama kita "JASMERAH" berlaku juga untuk kita sebagai pendidik anak usia dini, sepanjang sejarah banyak tokoh telah menambah pemahaman kita tentang sifat-sifat anak dan cara terbaik untuk mendidik dan mengajari mereka, cerita singkat ini akan membantu kita dalam memahami sejarah pendidikan anak usia dini;
Marthin Luther (1483-1546)
Marthin Luther memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan pendirian sekolah untuk mengajari anak-anak membaca, dia memliki pengaruh besar dalam pendidikan yang universal dan mencari dukungan publik untuk ikut serta membangun pendidikan.
John Comenius (1592-1670)
John Amos Comenius menghabiskan waktunya untuk mengajar dan menulis buku. Dua dari bukunya yang terkenal adalah The Great Didactic dan Orbis Pictus (Dunia dalam Gambar) yang dianggap buku bergambar pertama untuk anak-anak. Comenius meyakini bahwa pendidikan harus dimulai di usia dini dia mengibaratkan sebuah tanaman muda dapat ditanam, dicangkok, dipangkas, dan dibentuk. Ketika sudah menjadi pohon yang besar, proses-proses tersebut tidak/sulit dilakukan.
Comenius juga berpendapat bahwa pendidikan sensorik menjadi dasar semua pembelajaran dan selama masih memungkinkan semua hal harus diajarkan lewat panca indera. Pendekatan ini diadaptasi dan disahkan oleh Montessori dan menjadi dasar bagi pengajaran pendidikan anak usia dini sampai saat ini.
John Locke (1632-1704)
John locke dikenal karena teorinya tentang pikiran bahwa anak-anak terlahir seperti kertas putih, anak-anak belajar dari lingkungan dan pengalaman secara harfiah membentuk pikiran mereka, perkembangan berasal dari rangsangang yang diterima anak dari orangtua serta pengalaman yang mereka peroleh dari lingkungan mereka.
Jean-Jacqeus Rousseau (1712-1778)
JJ. Rousseau dikenal dengan bukunya yang berjudul Emile, dalam sebuah penggalan dalam karya tersebut tertulis "Tuhan menciptakan segalanya dalam keadaan baik; manusia mencampurinya dan segalanya menjadi jahat", karena keyakinannya tersebut Rousseau mendukung pendidikan "alami" untuk anak, mendukung perkembangan anak tanpa campur tangan atau batasan yang tidak diperlukan. Rousseau juga meyakini gagasan tentang keterbukaan, di mana sifat alami anak akan menjadi apa dan siapa mereka kelak. Pendekatan seperti inilah yang menjadi inti praktek pengajaran yang sesuai dengan perkembangan anak, dimana guru menyesuaikan cara mengajar mereka dengan tingkat perkembangan dan kemampuan anak.
Johann Heinrich Pestalozzi (1746-1827)
Johan Heinrich Pestalozzi dipengaruhi oleh pendapat Comenius dan Rousseau. Pestalozzi meyakini bahwa semua pendidikan berdasar pada kesan sensorik dan lewat pengalaman sensorik yang tepat, anak-anak dapat mencapai potensi alami mereka. Untuk mencapai tujuan ini Pestalozzi mengembangkan "pelajaran dan objek", alat bantu yang mendukung kegiatan seperti menghitung, mrngukur, merasakan, dan meraba. Pestalozzi juga menulis dua buku "How Gertrude Teaches Her Children" (Cara Gertrude mengajari anak-anaknya) dan "Book for Mothers" (Buku untuk para ibu) buku ini untuk membantu para orangtua mengajari anaknya dirumah, Heinrich lah yang mempelopori Home Schooling.
Robert Owen (1771-1858)
Robert Owen meyakini bahwa lingkungan anak berpengaruh terhadap keyakinan perilaku dan prestasi mereka yang kita yakini sekarang ini, dia berpendapat bahwa seseorang dan masyarakat dapat menggunakan lingkungan untuk membentuk karakter anak, dia juga berpendapat bahwa pendidikan anak usia dini dapat mereformasi masyarakat.
Friedrich Wilhelm Froebel (1782-1852)
Friedrich Wilhelm Froebel dikenal sebagai "bapak taman kanak-kanak", konsep froebel tentang anak dan pendidikan sebagian berdasar pada konsep kedewasaan yang diungkapkan oleh Comenius dan Pestalozzi. Menurut Pandangan ini, peran pendidik adalah mengamati proses kedewasaan alami anak dan memberikan kegiatan yang membuat mereka mempelajari apa yang siap mereka pelajari ketika mereka siap mempelajarinya. Froebel mengibaratkan anak sebagai biji yang ditanam, mulai tumbuh, mengeluarkan tunas, dan tumbuh dari tanaman muda yang lemah menjadi tanaman yang siap menghasilkan buah. Ia mengumpamakan peran pendidik sebagai seorang tukang kebun. Pikirkan sejenak tentang cara kita menggunakan metafora guru sebagi seorang tukang kebun.
Untuk meningkatkan kegiatan individual, Froebel mengembangkan kurikulum sistematis dan terencana untuk pendidikan anak berdasarkan "mainan, kegiatan, lagu, dan permainan edukatif". Sebagai contoh, kita mengajarkan huruf abjad dan konsep-konsep lain dengan lagu, menggunakan balok untuk mengajarkan bentuk, dan menggunakan balok untuk mengajarkan ukuran dan bentuk, dan menggunakan tangkai bewarna untuk mengajarkan konsep panjang dan urutan.
Maria Montessori (1870-1952)
Maria Montessori mengembangkan sebuah sistem untuk mendidik anak usia dini yang berpengaruh besar pada pendidikan anak usia dini. Sebagai wanita pertama di Italia yang mendapat gelar sarjana kedokteran, ia tertarik untuk mencari solusi pendidikan untuk masalah-masalah keterlambatan mental. Pada waktu itu ia mengatakan "Saya berbeda dengan rekan-rekan saya, karena saya secara instingtif merasa bahwa cacat mental lebih merupakan masalah pendidikan daripada kedokteran". Ketika sedang mempersiapkan diri untuk mendidik anak-anaknya. Montessori ditawari untuk mengelola sekolah anak-anak yang berasal dari keluarga-keluarga yang menempati rumah-rumah petak di Roma. Di sekolah pertama, yang diberi nama Casa Dei Bambini, atau rumah anak-anak, ia menguji coba ide-ide nya dan mendapat pengetahuan dari anak-anak dan pengajaran yang mengarahkannya kepada kesempurnaan sistemnya.
John Dewey (1858-1952)
Teori Dewey tentang pendidikan, yang biasanya disebut progresivisme, memberi penekanan pada anak-anak dan minat mereka bukan pada mata pelajaran. Dari penekanan yang berpusat pada anak ini muncul istilah-istilah kurikulum yang berpusat pada anak dan sekolah yang berpusat pada anak, dua topik yang menjadi perbincangan hangat pada abad ini, Dewey meyakini bahwa pendidikan adalah proses hidup dan bukan persiapan untuk menghadapi hidup di masa datang dan kehidupan sehari-hari harus menjadi sumber aktivitas dimana anak dapat belajar tentang kehidupan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam hidup.
Jean Piaget (1896-1980)
Teori Piaget menjelaskan cara orang berpikir, memahami, dan belajar. Piaget meyakini bahwa kecerdasan adalah proses kognitif atau mental yang digunakan anak untuk memperoleh pengetahuan. Kecerdasan adalah "mengetahui' dan melibatkan penggunaan operasi mental yang berkembang sebagai akibat dari tindakan mental dan fisik di lingkungan sekitar. Keterlibatan aktif adalah dasar teori Piaget yang menyatakan bahwa anak mengembangkan kecerdasan lewat pengalaman/praktek langsung di lingkungan fisik. Pengalaman praktek ini menjadi dasar bagi kemampuan otak untuk berpikir dan belajar. Teori Piaget merupakan cara pandang konstruktivis mengenai perkembangan. Proses konstruktivis didefinisikan sebagai pengalaman individu dalam mengorganisir, menyusun, dan mengulang proses seumur hidup dan berkelanjutan yang sesuai dengan skema yang ada dalam pikiran. Selanjutnya, skema tersebut dimodifikasi dan diperkaya seiring dengan interaksi dengan dunia dan keadaan sosial. Piaget meyakini bahwa adaptasi terdiri dari dua proses yang saling terkait dari dua proses yang saling terkait, asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah pengambilan data sensorik lewat pengalaman dan kesan serta penggabungan keduanya menjadi pengetahuan. Lewat asimilasi anak-anak menggunakan metode atau pengalaman lama untuk memahami informasi dengan pengalaman baru, dengan kata lain anak-anak menggunakan pengalaman mereka dan apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman tersebut sebagai dasar untuk belajar lebih banyak. Akomodasi adalah proses merubah metode lama dan beradaptasi dengan situasi baru, sebagai contoh Robi memiliki beberapa kucing dirumah. Ketika pertama kali melihat anjing, ia mungkin menyebutnya anak kucing, ia telah mengasimilasi anjing ke dalam pengetahuannya tentang anak kucing, namun Robi harus merubah (mengakomodasi) model ciri-ciri anak kucing untuk mengecualikan anjing. Ia melakukan ini dengan mulai membangun atau menyusun skema untuk anjing dan apa yang mewakili ciri-ciri anjing. Keseimbangan, jika adaptasi berfungsi bersama-sama dengan asimilasi dan akomodasi, maka keseimbangan merupakan keselarasan antara kedua proses tersebut. Menurut teori Piaget tentang kecerdasan, karena asimilasi dan akomodasi berfungsi bersamaan, harus ada keseimbangan di antara keduanya untuk memungkinkan anak memahami data baru dengan baik.
Piaget menggunakan istilah skema untuk merujuk pada satuan pengetahuan yang dikembangkan anak lewat adaptasi. Piaget meyakini bahwa dalam proses pengembangan skema baru, aktiftas fisik sangatlah penting. Aktifitas fisik mengarah pada rangsangan pikiran , yang kemudian mengarah kepada aktivitas mental - konsep pikiran dan praktek kita. Guru dan orangtua harus menyediakan ruang kelas dan rumah yang mendukung proses belajar aktif dengan memungkinkan anak untuk mengekslorasi dan berinteraksi dengan orang lain dan objek-objek dengan cara yang bermakna.
-George S. Morrison. Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini.-
Piaget menggunakan istilah skema untuk merujuk pada satuan pengetahuan yang dikembangkan anak lewat adaptasi. Piaget meyakini bahwa dalam proses pengembangan skema baru, aktiftas fisik sangatlah penting. Aktifitas fisik mengarah pada rangsangan pikiran , yang kemudian mengarah kepada aktivitas mental - konsep pikiran dan praktek kita. Guru dan orangtua harus menyediakan ruang kelas dan rumah yang mendukung proses belajar aktif dengan memungkinkan anak untuk mengekslorasi dan berinteraksi dengan orang lain dan objek-objek dengan cara yang bermakna.
-George S. Morrison. Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini.-
0 komentar for "Tokoh-tokoh Ternama dan Pengaruh Mereka Pada Pendidikan Anak Usia Dini"
Posting Komentar